Saat memilih motor, bagaimana memilih tenaga dan torsi?—Bagian pertama
(Bagian Satu)
Tenaga motor harus dipilih sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan oleh mesin produksi, dan usahakan agar motor berjalan di bawah beban pengenal.
Saat memilih, Anda harus memperhatikan dua poin berikut:
① Jika tenaga motor terlalu kecil. Akan terjadi fenomena “kereta kuda kecil” yang menyebabkan motor kelebihan beban dalam waktu lama. Insulasinya rusak karena panas. Bahkan motornya pun ikut terbakar.
② Jika tenaga motor terlalu besar. Akan ada fenomena “kereta kuda besar”. Tenaga mekanik keluarannya tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya, dan faktor daya serta efisiensinya tidak tinggi, yang tidak hanya merugikan pengguna dan jaringan listrik. Dan itu juga akan menyebabkan pemborosan listrik.
Untuk memilih daya motor dengan benar, perhitungan atau perbandingan berikut harus dilakukan:
P=F*V/1000 (P=daya hitung KW, F=gaya tarik yang diperlukan N, kecepatan linier mesin bekerja M/S) Untuk mode kerja kontinyu beban konstan, daya motor yang dibutuhkan dapat dihitung sebagai berikut: P1 (kw ): P=P/n1n2 dimana n1 adalah efisiensi mesin produksi; n2 adalah efisiensi motor, yaitu efisiensi transmisi. Pangkat P1 yang diperoleh rumus di atas belum tentu sama dengan pangkat perkaliannya. Karena itu. Daya pengenal motor yang dipilih harus sama atau sedikit lebih besar dari daya yang dihitung.